B.
Fungsi Bimbingan dan Konseling Industri
Ada beberapa fungsi dari bimbingan dan konseling industri, di antaranya yaitu:
1. Mempelajari perilaku manusia di dalam lingkungan kerja khususnya dalam
pelaksanaan tugas pekerjaannya
2. Mempelajari interaksi (hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi) dengan
pekerjaan, lingkungan fisik dan dengan lingkungan sosialnya di tempat kerja.
3. Mempelajari produk dan jasa mana yang bermanfaat bagi konsumen serta
bagaimana menyadarkan konsumen akan kemanfaatan produk dan jasa tersebut
4. Mempelajari perilaku konsumen dalam kaitan kebiasaan membeli dan dalam
proses pengambilan keputusan.
a. Pengertian
bimbingan dan konseling industry
Bimbingan
adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada
seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja maupun dewasa agar
orang yang dibimbing tersebut dapat mengembangkan kemampuan dirinya dengan
memanfaatkan kemampuan individu dan sarana ynag ada dan dapat dikembangkan
berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Konseling
adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh
seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu
masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi
oleh klien.
bimbingan,
konseling dan industri digabungkan maka, dapat diartikan sebagai ilmu terapan
atau dasar yang menalaah dan menangani masalah perilaku manusia yang timbul
dalam proses produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.
b.
Tujuan bimbingan dan konseling industry
Cooper (1995) membagi alasan pemilik perusahaan
mengadakan konseling di organisasi menjadi 3 kategori, yakni:
1. Sebagai fasilitas pelayanan kesejahteraan
2. Sebagai sarana untuk menolong klien menghadapi
perubahan situasi kerja
3. Sebagai alat untuk mengatasi stress
c.
Manfaat bimbingan dan konseling industry
manfaat adanya bimbingan dan konseling industri sangat
diperlukan, seperti: dapat meningkatkan efisiensi, motivasi dan kepuasan para
pekerja. Selain itu, dapat juga bermanfaat untuk meneliti dan menganalisis
perilaku manusia sebagai konsumen.
d.
Prinsip bimbingan dan konseling industry
e.
Ruang lingkup bimbingan dan konseling industry
Pekerjaan merupakan pernyataan diri manusia sebagai
subjek yang harus berkembang dan menemukan diri. Kerja merupakan wadah
aktualisasi diri dari orang dewasa, yang mempunyai dunia dengan dua warna
dominan, yakni cinta dan pekerjaan (to love and to work, Lieben und Arbeiten).
Dalam pada itu masalah merupakan hal yang akrab dalam proses perkembangan diri,
termasuk pula dalam lingkup kerja.
Kondisi kerja masyarakat modern yang dirasakan makin memberikan stress
menimbulkan kebutuhan akan pelayanan kesehatan mental untuk menanganinya.
Diperlukan perhatian terhadap kesejahteraan fisik dan mental karyawan, yang
pada akhirnya akan mengarah pada produktivitas yang lebih tinggi dan perolehan
profit yang lebih besar bagi perusahaan, sekaligus sebagai wujud tanggung jawab
perusahaan secara hukum dan etika. Bagi karyawan sendiri tercapainya
kesejahteraan fisik dan mental merupakan salah satu hal yang diinginkan dalam
hidupnya. Maka jasa konseling merupakan salah satu penawaran sebagai tindakan
pencegahan atau antisipasi resiko dari stress kerja.
f. Fungsi Bimbingan dan Konseling Industri
Ada beberapa fungsi dari bimbingan
dan konseling industri, di antaranya yaitu:
1. Mempelajari perilaku manusia di
dalam lingkungan kerja khususnya dalam pelaksanaan tugas pekerjaannya
2. Mempelajari interaksi (hubungan
timbal balik dan saling mempengaruhi) dengan pekerjaan, lingkungan fisik dan
dengan lingkungan sosialnya di tempat kerja.
3. Mempelajari produk dan jasa mana
yang bermanfaat bagi konsumen serta bagaimana menyadarkan konsumen akan
kemanfaatan produk dan jasa tersebut
4. Mempelajari perilaku konsumen
dalam kaitan kebiasaan membeli dan dalam proses pengambilan keputusan.
g.
Bentuk Layanan dalam bimbingan dan konseling industri
Layanan
yang dapat diberikan berupa layanan informasi sehingga konselor dapat
memberikan informasi yang dibutuhkan karyawan. Selain itu, layanan konseling
perorangan juga dapat dilakukan untuk membantu konselor dalam membina dan
mengembangkan potensi karyawan. Bimbingan kelompok juga dapat diberikan
sehingga pembinaan dengan karyawan baru bagi setiap karyawan dapat berjalan.
Menurut
Prayitno (1997) ruang lingkup kerja konselor di dunia usaha dan industri
meliputi lima bidang pelayanan, yaitu:
1.
Penempatan Kerja
Pelayanan
penempatan memberikan bantuan bagi para pencari kerja dengan menyediakan
berbagai informasi tentang pekerjaan, analisis pekerjaan, serta aspek kognitif,
afektif dan psikomotorik penempatan kerja lainnya. Dari pihak lembaga kerja,
peranan konselor adalah membantu perusahaan memperolah tenaga kerja yang cocok
dengan keperluan dengan keperluan perusahaan sesuai dengan jenis, strata, dan
struktur pekerjaan yang ada di perusahaan itu. Dipandang dari pihak pencari
kerja dan pengusaha, konselor berusaha membangun suasana the right man on
the right place, menempatkan pekerja secara tepat sesuai dengan kondisi
pribadinya, bakat, minat, serta bidang keahliannya. Layanan penempatan seperti
ini juga berlaku bagi para pekerja yang menempati posisi baru dalam struktur
atau penjajagan yang ada.
2.
Penyesuaian Kerja
Kepada para
pekerja pemula konselor memberikan layanan orientasi. Para pemula itu perlu
mendapat persepsi yang tepat, wawasan yang memadai dan cara-cara yang akurat
tentang bidang kerja yang baru dijabat itu. Tema utama bidang pelayanan ini
adalah Penyesuaian diri secara tepat dan cepat terhadap tuntutan
kinerja di tempat yang baru. Penyesuaian yang seperti ini akan memberikan
jaminan awal tentang keberhasilan kerja para pemula itu.
3.
Kepuasan Kerja
Keadaan yang
diharapkan adalah para pekerja merasa senang bekerja, merasa kerasan dan puas
dengan kondisi yang ada. Kondisi ini akan mengantarkan para pekerja itu
bertugas lebih lanjut dengan semangat yang cukup tinggi bahkan semakin tinggi.
Keadaan ketidak puasan yang menimpa para pekerja dan pemula, perlu diberikan
bantuan layanan konseling untuk mengembalikan semangat kerja dan sikap positif
terhadap pekerjaan mereka itu,
4.
Kepindahan Kerja
Kepindahan
para pekerja tidak hanya di latar belakangi oleh faktor ketidak puasan dengan
pekerjaan yang lama, ada kemungkinan mereka ingin pindah karena ingin
memperolah pengalaman baru atau alasan-alasan lainnya. Apapun alasannya, proses
pemindahan kerja itu sering kali memerlukan bantuan konseling baik untuk
penempatan maupun penyesuaian.
5.
Pengentasan Masalah Lainnya
Masalah-masalah
pribadi berkenaan denga keluarga, kesehatan, sikap, dan kebiasaan sehari-hari,
hoby dan waktu senggang, hubungan sosial kemasyarakatan, dan lain sebagainya merupakan
obyek penggarapan konseling. Apabila masalah-masalah ini dibiarkan membesar,
sedikt banyaknya akan mempengaruhi hubungan kerja dan kinerja pekerja yang
bersangkutan dengan perusahaannya. Sebaliknya apabila masalah-masalah pribadi
tersebut dapat ditangani dengan baik, dampak positifnya terhadap hubungan kerja
dan kinerja pekerja yang dimaksud akan dapat dipertahankan atau bahkan
ditingkatkan.
h.
Sifat-sifat bimbingan dan konseling industry
Konseling
dalam hal ini bersifat preventif, dengan fungsi antara lain:
1. Mendukung
karyawan dalam menghadapi perubahan organisasi
2. Sebagai cara
untuk meningkatkan kesehatan mental Egan (1994) menghitung biaya yang harus
dikeluarkan oleh perusahaan untuk menangani masalah psikologis dan sosial serta
problem karyawan yang “mahal” nilainya, seperti hubungan kerja sama dalam
kelompok, alkoholik, perceraian, kematian yang mempengaruhi terjadinya
kesalahan kerja. Bila tidak ditangani, maka dapat dihitung besarnya kerugian
yang diderita.
3. Meningkatkan
nilai Sumber Daya Insani sebagai asset organisasi Dengan semakin tingginya
kesadaran bahwa manusia adalah asset organisasi, maka jasa konseling diadakan
untuk mengatur kekuatan-kekuatan organisasi secara konstruktif.
4. Konseling/psikoterapi
tidak hanya bertindak secara kuratif
Yakni penanganan kasus yang sudah terlanjur terjadi, melainkan juga menangani
secara preventif dalam bentuk pemberian latihan dan pendidikan untuk mencegah
sakit mental, sehingga biaya jangka panjang akan lebih murah.
5. Sebagai
wujud tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility)
Program ini menguntungkan organisasi dan masyarakat. Perlu dilakukan pendekatan
secara menyeluruh pada karyawan, yakni secara fisik, mental, emosional, dan
spiritual (satu-satu saja tidak cukup). Individu perlu memperoleh bantuan
profesional dalam menjalani tahap-tahap perkembangan hidupnya, guna menghadapi
masala transisi dan krisis.
6. Sebagai
sumber perubahan organisasi Konseling membantu membawa nilai, energi perubahan,
vitalitas penerimaan, realisasi penerimaan, dan perkembangan diri menuju
situasi kerja yang dinamis. Konseling mempengaruhi budaya organisasi, sehingga
menjadi kuat dan adaptif.
1.
Peran dan
fungsi media dalam bimbingan industri
Media dalam bimbingan
dan konseling sebagai hal yang digunakan menjadi perantara atau pengantar
ketika guru BK (konselor) melaksanakan berbagai kegiatan BK, khususnya
bimbingan klasikal atau bimbingan kelompok. Namun dalam perkembangannya media
BK tidak sebatas untuk perantara atau pengantar ketika guru BK (konselor)
melaksanakan berbagai kegiatan bimbingan dan konseling, tetapi memiliki makna
yang lebih luas yaitu segala alat bantu yang dapat digunakan dalam pelaksanaan
program BK.
Media bimbingan dan
konseling dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan layanan dan isi
layanan. Hal ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam layanan
bimbingan dan konseling harus melihat kepada tujuan penggunaannya dan
memiliki nilai dalam mengoptimalkan layanan yang diberikan kepada
konseli. Oleh karena itu dengan penggunaan media dalam layanan bimbingan
dan konseling berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses layanan bimbingan
dan konseling.
Adapun Fungsi media bimbingan dalam
industri menurut (sutarto) john miner 1992 yakni;
·
Mempelajari
perilaku manusia di dalam lingkungan kerja khususnya dalam pelaksanaan tugas
pekerjaannya.
·
Mempelajari
interaksi ( hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi) dengan pekerjaan,
lingkungan fisik dan degan lingkungan sosialnya di tempt kerja.
·
Mempelajari
produk dan jasa yang bermanfaat bgi konsumen serta bagaimana menyadarkan
konsmen akan kemanfaatan produk dan jasa
tersebut.
·
Mempelajari
perilaku konsumen dalam kaitan kebiasaan membeli dalam proses pengambilan
keputusan.
Adapun Fungsi media bimbingan dalam
industri menurut (sutarto) john miner 1992 yakni;
·
Terlibat
dalam proses input : melakukan rekrutmen, seleksi, dan penempatan karyawan.
·
Berfungsi
sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada produktivitas : melakukan
pelatihan dan pengembagan, menciptakan manejemen keamanan kerja dan
teknik-teknik pengawasan kinerja, meningkatkan motivasi dan moral kerja
karyawan, menentukan sikap-sikap kerja yang baik dan mendorong munculnya
kreativitas karyawan.
·
Berfungsi
sebagai fasilitator dalam hal yang beorientasi pada pemeliharaan : melakukan
hubungan industrial (pengusaha-buruh-pemerintah), memastikan komunikasi
internal perusahan berlangsung dengan baik, ikut terlibat secara aktif
dalam pentuan gaji pegawai dan bertanggung
jawab atas dampak yang di timbulknya, pelayanan berupa bimbingan konseling dan
terapi bagi karyawan-karyawan yang mengalami masalah-masalah psikologis.
·
Terlibat
dalam proses output: melakukan penilaian kinerja, mengukur produktivitas
perusahan, mengevaluasi jabatan dan kinerja karyawan.
2.
Bentuk-bentuk
media bimbingan industri
Dalam
pelaksanaan konseling di industry tipe – tipe yang dipakai dalam mengatasi
permasalahan yang dihadapi oleh karyawan terdapat beberapa tipe yaitu:
1. Directive
Counseling
Directive
Counseling adalah proses mendengarkan masalah emosional individu membuat
keputusan bersama tentang apa yang harus dia lakukan, dan memberitahu serta
memotivasinya untuk melakukan hal tersebut. Directive Counseling sebagian besar
menggunakan fungsi konseling advice (nasihat) juga reassurance, communication,
memberikan emotional release dan sedikit clarified thinking
2. Non-directive
Counseling
Non-directive
counseling atau client-centered counseling adalah proses mendengarkan karyawan
sepenuhnya dan mendorongnya untuk menjelaskan masalah emosionalnya, memahami
masalah tersebut dan menentukan tindakan-tindakan yang akan diberikan. Tipe
konseling ini memfokuskan perhatian pada karyawan, konselor tidak bertindak
sebagai penilai atau penasihat makanya disebut client-centered.
3.
Cooperative counseling
tidak seluruhnya client-centered counseling atau
counselor-centered, tetapi merupakan kerjasama saling menguntungkan antara
konselor dan karyawan untuk menerapkan perbedaan pandangan pengetahuan dan
nilai terhadap masalah. Hal ini ditetapkan sebagai diskusi yang saling
menguntungkan tentang masalah emosional karyawan dan usaha kerja sama untuk
membangun kondisi yang akan memulihkan karyawan.
Media layanan BK adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan menyalurkan pesan atau informasi dari pembimbing
kepada klien atau individu yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian,
dan minat sehingga individu akan mengalami perubahan perilaku, sikap dan
perbuatan ke arah yang lebih baik. Adapun bentuk-bentuk media bimbingan
industri yaitu
1. Media grafis,
jenisnya
a. Gambar/foto
b. Sketsa
c. Diagram
d. Bagan
e. (chart)
f. Grafik
g. (graphs)
h. Kartun
i. Poster
j. Peta dan globe
k. Papan flannel (Flannel Board)
l. Papan buletin (Buletin Board)
2. Media audio, yaitu yang berkaitan dengan indera
pendengaran. Jenisnya;
a. Radio
b. Alat perekam pita magnetic
c. Laboratorium bimbingan dan konseling
3. Media Proyeksi Diam
Media proyeksi diam (still
proyected medium) mempunyai persamaan dengan media grafis dalam menyajikan
rangsangan-rangsangan visual. Media jenis ini disertai rekaman radio, tapi ada
pula yang hanya visual.
Jenis-jenis media proyektif, antara
lain:
a.
Film bingkai
b.
Film rangkai
c.
Media
transparasi
d.
Proyektor
Tak Tembus Pandang (Opaqus Projector)
e.
Mikrofis
f.
Film
g.
Film Gelang
h.
Televisi
3.
Peran BK
Dalam Media
Peran BK dalam media menurut
Sutarto(cooper; 1995) yaitu sebagai berikut;
a.
Sebagai
fasilitas pelayanan kesejahteraan
b.
Sebagai
sarana untuk menolong klien menghadapi perubahan situasi kerja
c.
Sebagai
sarana untuk mengatasi stres
Dapat di mengerti bahwa konseling di
perusahan itu di perlukan. Mengingat bahwa ¼ dari waktu hidup kita di habiskan
di tempat kerja, identitas pribadi seringkali di hubungkan dengan kerja, dan
adanya keterkaitan antara kehidupan pribadi dan profesional. Hal yang penting
dalam konseling perusahan yaitu memberikan kebebasan dan keluwesan sesuai
dengan kebutuhan dan tuntunan masing-masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar