Senin, 26 November 2018









RAGAM TES PSIKOLOGI DALAM BIDANG PENDIDIKAN (LANJUTAN)


Tes EPPS adalah tes kepribadian yang terdiri atas pilihan-pilihan jawaban yang mencerminkan diri seorang individu


Tes ini hanya untuk mengetahui apa kebutuhan, tipe-tipe motivasi dan kesukaan dari seorang individu. Psikotes EPPS ini termasuk tes kepribadian yang obyektif.

CIRI-CIRI TES EPPS
1.Dalam mengerjakannya tidak diberi batasan waktu.
2.Ekspresi jawaban dibatasi oleh pilihan jawaban yang tersedia.
3.Respon merupakan gambaran dari kondisi internal subyek.
4.Norma memberi gambaran tentang kondisi subyek.
5.Korelasi antara jawaban dan kondisi subyek yang sebenarnya adalah 0,871.
Jenis Tes EPPS ini termasuk di dalam jenis:
a)Tes verbal, artinya materi tes diberikan dalam bentuk tulisan.
b) Tes individu atau kelompok, artinya dapat diberika secara individual maupun kelompok.

Kegunaan dari tes EPPS
·Sebagai Seleksi dan Penempatan dan penempatan karyawan
·Sebagai Bimbingan Konseling
·Sebagai Psikoterapi
·Sebagai Riset Sumber Daya Manusia


oTes gaya belajar adalah sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui gaya belajar anak. tetapi hanya untuk menunjukkan bagaimana cara anda memperoleh informasi.
oTipe Gaya Belajar:
-Visual
-Auditory
-Kinestetik

Visual
Tipe visual bisa menyerap pelajaran lebih baik dengan melihat.mereka lebih suka melihat atau membaca terlebih dahulu sebelum belajar hal-hal baru. Membaca buku dan melihat gambar adalah cara belajar yangh paling disukainya.

›  Auditory
Anak dengan tipe belajar auditory, harus dengan mendengarkan pelajaran mereka untuk memahaminya. Mereka lebih suka segala sesuatunya dijelaskan dengan perkataan. Beberapa dari mereka biasanya mengingat pelajaran dalam bentuk lagu faforit atau puisi.

 Kinestetik

Anak dengan kemampuan belajar kinestetik tertarik mencari sendiri hal-hal yang mereka tahu tanpa harus harus selalu membaca buku panduan. Tipe kinestetik menangkap informasi baru dengan melihat apa yang dilakukan orang lain lalu mecobanya sendiri.



Bimbingan Konseling di Perguruan Tinggi











Jenis-jenis layanan BK di Perguruan Tinggi
Jenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsepbimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas, prinsip, fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang, baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. Namun, kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan di sekolah. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan ketujuh jenis layanan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikan nasional. Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling yaitu layanan orientasi, layananan informai, layananan pembelajaran, layanan penempatan danpenyaluran, layanan penguasaan konten, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok, layanan konsultasi, dan layanan mediasi.

Layanan Orientasi
Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik dilingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.


Materi kegiatan layanan orientasi menyangkut :
a.      Pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah
b.      Peraturan dan hak-hak serta kewajiban siswa.
c.      Organisasi dan wadah-wadah yang dapat membantu dan meningkatkan hubungan sosial siswa.
d.      Kurikulum dengan seluruh aspek-aspeknya.
e.      Peranan kegiatan bimbingan karir.
f.       Peranan-pelayanan bimbingan dan konseling dalam membantu segala jenis masalah dan kesulitan siswa.
Dilihat dar fungsi perkembangan, apabila individu mampu menyesuaikan diri secara baik dan mampu memanfaatkan secara konstruktif sumber-sumber yang ada pada situasi yang baru, maka individu dapat mengembangkan dan memelihara kondisi dirinya.
Isi layanan orientasi adalah berbagai hal yang berhubungan dengan suasana, lingkungan, dan objek-objek yang baru bagi individu. Hal-hal tersebut mencakup bidang-bidang :
a. perkembangan pribadi
b. perkembangan hubungan sosial
c.  perkembangan kegiatan pembelajaran
d.  perkembangan karier
e.  perkembangan kehidupan keluarga
f.   perkembangan keidupan agama
ada pula proses dan tahapan layanan orientasi adalah sebagai berikut :
Ø  perencanaan, pada tahap ini hal-hal yang dilakukan adalah :
·         menetapkan objek orientasi yang akan dijadikan isi layanan.
·         menetapkan peserta layanan.
·         menetapkan jenis kegiatan, termasuk format kegiatan.
·         menyiapkan fasilitas termasuk kajia, narasumber, dan media.
·         menyediakan kelengkapan administrasi.
Ø Pelaksanaan, pada tahap ini hal-hal yang dilakukan adalah :
·         Mengorganisasikan kegiatan layanan.
·         Mengimplementasikan pendekatan tentu termasuk impementasikan format layanan dn penggunaan media


Ø  Evaluasi, pada tahap ini hal-hal yang dilakukan adalah :
·         Menetapkan materi evaluasi
·         Menetapkan prosuder evaluasi
·         Menyusun istrumen evaluasi
·         Mengolah hasil aplikasi instrument
Ø Analisis hasil evaluasi, pada tahap ini hal-hal yang dilakukan adalah :
·         Menetapkan standar analisis
·         Melakukan analisis
·         Menafsir hasil analisis
Ø Tindak lanjut, pada tahap ini hal-hal yang dilakukan adalah :
·         Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut
·         Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut ke berbagai pihak yang berkaitan
·         Melaksanakan rencana tindak lanjut
Ø Laporan, ini meliputi :
·         Menyusun laporan layanan orientasi
·         Menyampaikan laporan kepada pihak-pihak terkait (kepala sekolah atau madrasah)
·         Mendokumentasikam laporan layanan

Layanan Informasi
Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi diri, sosial, belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
Materi layanan informasi menyangkut :
a.       Tugas-tugas perkembangan masa remaja akhir tentang kemampuan dan perkembangan pribadi,
b.      Usaha yang dapat dilakukan dalam mengenal bakat, minat, serta bentuk-bentuk penyuluhan dan pengembangan.
c.       Tata tertib sekolah, cara bertingkah laku, tata krama, dan sopan santun.
d.      Nilai-nilai sosial, adat istiadat, dan upaya yang berlaku dan berkembang di masyarakat.
e.       Mata pelajaran dan pembidangannya seperti program inti dan program tambahan.
f.       Sistem penjurusan, kenaikan kelas, syarat-syarat mengikuti UN, dll.
g.      Fasilitas penunjang/sumber belajar.

Layanan Pembelajaran
Layanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaanbelajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

 Layanan Penempatan dan Penyaluran
Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalamkelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler sesuai dengan potensi, bakat, minat erta kondisi pribadinya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenapbakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan penempatan dan penyaluranberfungsi untuk pengembangan.

Materi kegiatan layanan penempatan dan penyaluran meliputi :
Ø  Penempatan kelas siswa, program study/jurusan dan pilihan ekstrakurrikuler yang dapat menunjang pengembangan sikap, kebiasaan, kemampuan, bakat dan minat.
Ø  Membantu dalam kegiatan program khusus sesuai dengan kebutuhan siswa, baik pengajaran maupun program pengayaan dan seleksi masuk perguruan tinggi.
Ø  Penempatan dan penyaluran dalam kelompok sebaya, kelompok belajar dan organisasi kesiswaan serta kegiatan sosial sekolah.

Layanan Penguasaan Konten
Layanan penguasaan konten merupakan layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tujuan layanan konten yaitu agar siswa mengusai aspek-aspek konten (kemampuan atau kmpetensi) tenu secara terintegrasi. Layanan penguasaan konten juga melalui tahap-tahap sebagai berrikut :
Ø  Perencanaan yang mencakup penetapan subjek siswa dipelajari secara rinci.
Ø  Pelaksanaan  yang mencakup pelaksanaan kegiatan layanan melalui pengorganisasian proses pembelajaran penguasaan konten.
Ø  Evaluasi yang mencakup kegiatan.
Ø  Analisis hasil evaluasi
Ø  Tindak lanjut yang mencakup penetapan standar evaluasi, pelaksanaan analisis, dan penafsiran hasil evaluasi
Ø  Tndak lanjut yang mencakup penetapan jenis dan arah tindak lanjut.
Ø  Laporan yang mencakup penyusunan laporan pelaksanaan layanan penguasaan konten.

Layanan Konseling Perorangan
Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing untuk membahas dan mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan konseling perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
Pelaksanaan usaha dan pengentasan siswa dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
a.       Pengenalan dan pemahaman permasalahan.
b.      Analisis yang tepat.
c.       Aplikasi dan pemecahan permasalahan.
d.      Evaluasi, baik evaluasi awal, proses ataupun evaluasi akhir.
e.       Tindak lanjut.
Melihat kepada teknik penyelenggaraan konseling perorangan terdapat bermacam-macam teknik konseling perorangan yang sangat ditentukan oleh permasalahan yang dialami oleh siswa. Teknik konseling perorangan yang sederhana melalui proses/tahapan-tahapan sebagai berikut:
a.       Tahap pembukaan
b.      Tahap penjelasan (eksplorasi)
c.       Tahap pengubahan tingkah laku
d.      Tahap penilaian/tindak lanjut
Materi layanan konseling perorangan meliputi :
Ø  Pemahaman sikap, kebiasaan, kekuatan diri dan kelemahan, bakat, minat dan penyalurannya.
Ø  Pengentasan kelemahan diri dan pengembangan kekuatan diri.
Ø  Mengembangkan kemampuan berkomunikasi, menerima dan menyampaikan pendapat, bertingkah laku sosial, baik di rumah, sekolah maupun di masyarakat.
Ø  Mengembangkan sikap kebiasaan belajar yang baik, disiplin dan berlatih dan pengenalan belajar sesuai dengan kemampuan, kebiasaan dan potensi diri.

 Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, kegiatan belajar, karir/jabatan, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan bimbingan kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan.
Layanan bimbingan kelompok harus dipimpin oleh pemimpin kelompok. Pemimpin kelompok adalah konselor yang terlatih dan berwenang untuk menyelenggarakan praktik pelayanan bimbingan konseling. Tugas utama pemimpin kelompo adalah :
a.       Membentuk kelompok sehingga terpenuhi syarat-syarat kelompok yang mampu mengembangkan dinamika kelompok, yaitu :
·         Terjadinya hubungan anggota kelompok menuju keakraban di antara mereka.
·         Tumbuhnya tujuan bersama di antara anggota dalam suasana kebersamaan.
·         Berkembangnya itkad dan tujuan bersama untuk mencapai tujuan kelompok.
·         Terbinanya kemandirian pada diri setiap anggota kelompok.
·         Terbinanya kemandirian kelompok.
b.      Memimpin kelompok yang bernuasa layanan konseling melalui bahasa konseling penstukturan.
c.       Memberikan  tahapan kegiatan konseling.
d.       Memberikan penilaian segera hasil konseling kelompok.
e.       Melakukan tindak lanjut.
Secara umum, layanan bimbingan kelompok bertujuan unyuk pengembangkan kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan kerkomunikasi peserta layanan. Secara lebih khususnya layanan bimbingan konseling bertujun untuk memdorong pengembangan perasaan, pikian, persepsi, wawasan, dan sikap yang menunjang perwujudan tingkah laku yang lebih efektif, yakni peningkatan kemampuan berkomunikasi para siswa, baik verbal mauoun nonverbal.

Layanan bimbingan kelompok memiliki tahap-tahap kegiatan sebagai berikut :
Ø  Perencnaan yang mencakup kegiatan :
  1. Mengidentifikasikan topik yang akan dibahas dalam layanan bimbingan konseling.
  2. Membentuk kelompok.
  3. Menyusun jadwal kegiatan.
  4. Menetapkan prosedur layanan.
  5. Menetapkan fasilitas layanan.
  6. Menyiapkan kelengkapan administrasi.
Ø  Pelasanaan yang mencakup :
a. Mengkomunikasikan rencana layanan bimbingan kelompok.
b. Mengorganisasikan kegiatan layanan bimbingan kelompok.
c. Menyelenggarakan layanan bimbingan kelompok melalui tahap-tahap :
·            Pembentukan
·            Peralihan
·            Kegiatan
·            Pengakhiran
Ø  Evaluasi yang menckup kegiatan :
  1. Menetapkan materi evaluasi (apa yang akan dievaluasi).
b.      Menetapkan prosedur dn standar evaluasi.
c.       Menyusun instrumen evaluasi.
d.      Mengoptimalkan instrumen evaluasi.
e.       Mengolah hasil aplikasi instrument.
Ø  Analisis hasil evaluasi yang mencakup kegiatan :

a.       Menetapkan norma atau standar anaisis.
b.      Melakukan analisis.
c.       Menafsirkan hasil analisis.
Ø  Tindak lanjut yang mencakup kegiatan :
a.       Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut
b.      Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada kepala sekolah atau madrasah dan pihak-pihak lain yang terkait.
c.       Mendokumentasikan laporan layanan.

Layanan Konseling Kelompok
Layanan konseling kelompok merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Masalah yang dibahas itu adalah maalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok. Layanan konseling kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

Layanan Konsultasi
Layanan Konsultasi merupakan layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Pengertian konsultasi dalam program BK adalah sebagai suatu proses penyediaanbantuan teknis untuk konselor, orang tua, administrator dan konselor lainnyadalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang membatasi efektivitas peserta didik atau sekolah konseling atau psikoterapi sebab konsultasi tidak merupakan layanan yang langsung ditujukan kepada klien, tetapi secara tidak langsung melayani klien melalui bantuan yang diberikan orang lain.

Layanan Mediasi
Layanan mediasi merupakan layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan atau pun perselisihan dan memperbaiki hubungan antar peserta didik dengan konselor sebagai mediator.


Karakteristik Pembelajaran TK dan SD









BAB I
1.A      LATAR BELAKANG
Kita semua menyadari bahwa ada satu hal di dunia ini yang tidak pernah berubaah yaitu perubahan itu sendiri. Perubahan-perubahan yang berlangsung begitu cepat menuntut kita untuk dapat mengikuti dan menyesuaikan dengan perubahan itu. Oleh karena itu, jika kita tidak ingin ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain maka pendidikan mutlak kita butuhkan untuk mengembangkan potensi anak di dalam negeri yang berperan sebagai aset negara yakni melalui proses pembelajaran.   Sesuai dengan Undang-Undang Dasar pasal 31 ayat 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Tujuan di atas dapat dicapai salah satunya dengan mengembangkan dan meningkatkan mutu serta daya saing dalam pembelajaran di sekolah-sekolah. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran bagi guru-guru di sekolah yang di lakukan harus selalu mengacu pada tujuan undang-undang dengan memperhatikan karakteristik siswa sebagai penerus bangsa.   Sunarto (1994:1) menyatakan bahwa:   Manusia adalah makhluk yang dapat di pandang dari berbagai sudut pandang. Sebagai mana di kenal adanya manusia sebagai makhluk yang berpikir atau homo sapien, makhluk yang berbuat atau homofaber dan mahkluk yang dapat dididik atau homo educandum, merupakan pandangan-pandangan tentang manusia yang dapat di gunakan untuk menetapkan cara pendekatan yang akan dilakukan terhadap manusia tersebut.    “setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan dan karakteristik yang di dapat dari pengaruh lingkungan” (Sunarto, 1994:4). Seorang guru setiap tahun ajaran baru selalu menghadapi siswa-siswa yang berbeda satu sama lain. Siswa-siswa yang ada didalam kelas, tidak seorangpun yang sama. Mungkin dua orang kelihatannya hampr sama, akan tetapi pada kenyataannya jika diamati keduanya tentu terdapat perbedaan.  Untuk itu di perlukan guru-guru yang berkualitas, yang menguasai pendekatan, strategi, model dan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat mengelola kegiatan pembelajaran dua macam kelas yang optimal pada berbagai situasi siswa 
dan materi pembelajaran. Namun karena berbagai sebab, kenyataan di lapangan sering tidak sesuai  dengan harapan para guru di sekolah-sekolah yang menerapkan metode pembagian dua kelas   Sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran tertentu. Hal ini mungkin di sebabkan oleh pendekatan, strategi, model, atau metode yang diterapkan oleh guru kurang sesuai, juga kemampuan guru serta sarana pembelajaran yang meliputi media, alat peraga dan buku pegangan siswa yang terbatas atau sebab lain yang tidak diketahui.    Keadaan ini mendorong peneliti untuk melaksanakan penelitian tentang pembelajaran di sekolah, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya peningkatan prestasi belajar siswa dan peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran.
1.B TUJUAN
Tujuan umum penelitian tentang pembelajaran di sekolah ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan peningkatan kinerja guru dalam  pembelajaran di TK dan SD Master Depok  melalui penerapan  layanan konseling terhadap siswa  individu:
1. Meningkatkan motifasi  serta semangat dalam belajar pada anak SD Master
2. Meningkatkan hasil belajar Anak TK dalam melatih kecerdasan kogitif,psikomotorik dan Afektif.






BAB ll
PEMBAHASAN

II.A Kajian Teori
           ll.A.1  Teori TK
 Berdasarkan teori Piaget, anak akan melalui beberapa periode perkembangan berpikir, diantara periode itu adalah periode berpikir praoperasional dan periode intuitif. Anak yang berumur 3-5 tahun, menurut teori Piaget ini, memiliki kemampuan berpikir konseptual. Dimana, ini dapat ditandai oleh kemampuan berpikir dengan mempergunakan konsep-konsep yang sederhana.  Anak disibukkan dengan penggunaan simbol-simbol dalam menyatakan apa yang dipikirkan atau dipahaminya. Anak sibuk mempergunakan bahasa untuk menolongnya mengembangkan berbagai konsep.   Selain itu, pada periode intuitifnya, anak mampu mengambil kesimpulan sendiri yang dasarnya tidak jelas dan pertimbangan pikiran yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Namun, tidak menutup kemungkinan anak pada periode ini akan bersifat egosentris. Dimana, anak akan lebih kuat aku-nya sebab ia di kuasai oleh ego-nya yang tinggi. Dalam masa perkembangannya ini, anak diberikan kesempatan untuk bermain dengan teman sebaya, agar hubungan sosialnya meluas dan ia dapat melalui periode perkembangannya dengan terarah. Sebab, pada masa ini anak memiliki kepribadian yang cenderung mempercayai dirinya sendiri, memiliki sifat aku yang yang kuat, dan kepribadian yang ingin mengekplorasikan diri dan lingkungannya.  Oleh karena itu, pelayanan pada anak yang usianya masih pada perkembangan usia dini , haruslah tepat, agar keyakinan dasar anak itu dapat terbentuk dengan baik.





II .A2  Teori SD
1.Pengertian anak kesulitan belajar
Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana kompetensi atau prestasi yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan. Kondisi yang demikian umumnya disebabkan oleh faktor biologis atau fisiologis, terutama berkenaan dengan kelainan fungsi otak yang lazim disebut sebagai kesulitan dalam belajar spesifik, serta faktor psikologis yaitu kesulitan belajar yang berkenaan dengan rendahnya motivasi dan minat belajar.  Berbagai masalah anak kesulitan belajar secara umum menyangkut kemampuan akademik dasar seperti calistung (membaca,menulis, dan berhitung). Hal ini menyebabkan anak kesulitan belajar sulit untuk diidentifikasi hingga mereka masuk sekolah dan mengalami masalah prestasi akademis. Tanda anak yang mengidap kesulitan belajar antara lain:
a. Perkembangan terlambat Secara performance anak yang jauh tertinggal dengan teman seusianya menjadi indikator adanya kelainan perkembangan pada anak berkesulitan belajar. Perkembangan ini menyangkut keterlambatan berbahasa, misal: sulit mengerti kata -kata, sulit berbicara sesuai dengan anak sebayanya. Keterlambatan ini juga bisa dilihat dari proses pertumbuhanya, seperti terlambat berjalan atau terlambat berdiri. Hal lain, ketertinggalan dalam memahami arah,mengenal bentuk huruf, pelafalan kata atau hitungan. Hasil studi menunjukan anak yang terlambat perkembangannya juga mengalami keterlambatan di sekolah.
b. Penampilan tak konsisten.Anak kesulitan belajar mampu melakukan soal matematika dari guru hari ini, tapi jika mendapat soal itu pada hari-hari berikutnya ia tak mampu untuk menyelesaikannya. Kesulitan ini diprediksi karena kemampuan mengingatnya yang kurang.
c.  Kehilangan minat belajar. Sebenarnya anak kesulitan belajar suka belajar, namun antusiasmenya kian berkurang begitu masuk sekolah karena mengalami gangguan pemrosesan informasi yang butuh daya ingat dan pengorganisasian informasi dalam jumlah besar. Ciri-ciri yang mudah dilihat dengan jelas: suka menunda-nunda pekerjaan, seperti mengerjakan tugas belum selesai dan mengatakan akan mengerjakannya di sekolah. 
d. Tak mencapai prestasi seperti yang diharapkan. Adanya kesenjangan antara potensi dan prestasi yang ditunjukan anak dapat menjadi ciri utama bagi yang mengalami kesulitan belajar. Misalnya, anak 8 tahun kelas tiga SD, dengan IQ 139 dengan kemampuanya bisa menguasai materi kelas 4 bahkan kelas 5 hambatan ini disebabkan ketidakmampuan belajar mandiri.
e.  Masalah tingkah laku yang menetap. Anak kesulitan belajar umumnya mempunyai masalah perilaku. Masalah perilaku ini, seperti cepat mengambek dan marah. Anak yang mengalami kesulitan persepsi visual dan bahasa akan sulit memahami dan mengingat informasi, sehingga sering terkesan sulit diatur dan kasar. Tingkah laku ini tentunya tidak disadari oleh anak. Kesulitan muncul saat anak masuk sekolah, karena sekolah secara intens menuntutnya berperilaku baik. Di sekolah mungkin ia berhasil mengendalikan diri, namun di rumah ada perubahan perilaku yang mencolok. Hal ini yang menyebabkan anak dianggap keras kepala, malas, tak peka, tak bertanggung jawab dan tak mau bekerja sama.
Karakteristik kesulitan belajar yang ditemukan pada murid kecenderungan menunjukkan kesulitan dalam hal-hal berikut :
a)      Aspek Kognitif
Yaitu murid yang menunjukkan karakteristik kesulitan dalam masalah-masalah khusus, seperti : kemampuan membaca, menulis mendengarkan, berpikir dan matematis.
       b) Aspek Bahasa
Yaitu murid yang menunjukkan karakteristik kesulitan dalam mengekspresikan diri, baik secara lisan (verbal) maupun tertulis. Dengan kata lain murid yang mengalami tuna cakap belajar dalam aspek bahasa, cenderung mengalami kesulitan dalam menerima dan memahami bahasa (bahasa reseptif ) serta dalam mengekpresikan diri secara verbal (bahasa ekspresif).
       C) Aspek motorik
Masalah motorik murupakan salah satu masalah yang dikaitkan dengan murid tuna cakap belajar yang behubungan dengan keulitan dalam keterampilan motorik-perseptual (perceptual-motorproblem)

yang deperlukan untuk mengembangkan keterampilan meniru rancangan atau pola, kemampuan ini diperlukan untuk menggambar, menulis menggunakan gunting, serta sangat
diperlukan koordinasi yang baik antara tangan dan mata, yang dalam banyak hal koordinasi tersebut kurang dimanfaatkan murid yang mengalami tuna cakap belajar.
             d) Aspek Sosial dan Emosi
Dua karakteristik yang sering diangkat sebagai karakteistik social-emosional murid tuna cakap belajar ialah kelabilan emosional dan keimpulsifan. Kelebihan emosional ditunjukkan sering berubahnya suasana hati dan temperamen yang menyebabkan lemahnya pengendalian terhadap dorongan-dorongan.
2. Faktor-Faktor Yang Menimbulkan Kesulitan Belajar
            Kesulitan belajar seorang siswa biasanya tampak jelas dari menurunnya prestasi belajarnya. Namun kesulitan belajar dapat dibuktikan. Dengan munculnya penyimpangan perilaku siswa seperti kesukaan berteriak-teriak didalam kelas, mengusik teman, sering tidak hadir dan sebagainya.
            Secara garis besar faktor-faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar terdiri atas dua macam :
1.      Faktor Internal Siswa
2.      Faktor Eksternal Siswa

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendidikan Anak Secara Internal
a.        Gangguan Secara Fisik
Seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan, alat bicara, gangguan panca indera, cacat tubuh serta penyakit menahun

b.      Kelemahan Mental
Baik itu kelemahan yang dibawa sejak lahir maupun karena pengalaman.
c.       Kelemahan Emosional
Seperti rasa tidak aman atau kurang bisa menyesuaikan diri di lingkungan nya.
d.      Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah
Kebiasaan yang salah yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi karakter si anak dan agak susah untuk merobahnya.

II .A3  Teori Layanan Yang Diberikan TK dan SD
Teori yang diberikan di TK:
Layanan Konseling Individual.


Teori yang diberikan di SD:
Layanan Konseling Individual


II. B Karakteristik (Klien)
Gambaran Tentang Anak  :
1)   Penampilan Fisik
Sesuai dengan hasil pengamatan terhadap anak, cara berbicara dengan guru cukup sopan namun terkadang dalam berbicara pada temannya terdengar lebih nyaring, perkembangan kesehatannya baik.



2)   Penampilan Pribadinya
Dilihat dari kesehariannya, anak duduk dan berteman dengan temannya yang bernama abil yang sering mengganggu teman disebelahnya dan terkadang tidak mau mengikuti perintah gurunya untuk tertib mengikuti pelajaran, Kemudian farsha pun mengikuti apa yang dilakukan temannya. Sering berpindah-pindah tempat, jika sudah selesai mengerjakan salah satu perintah guru ia sering mengganggu temannya yang belum selesai seperti mengambil pensil. Namun, jika ia duduk di samping gurunya ia akan jadi anak yang baik dan penurut. Dilihat dari lingkungannya, ayahnya sangat sibuk bekerja dikantor sedangkan ibunya yang membuka usaha dirumah pun jarang berkomunikasi dengan anaknya.



Karakteristik (Klien) SD
Dari observasi yang saya lakukan pada siswa I yang bernama Anwar diatas yang terlahir dalam keluarganya sebagai anak kedua dari tiga bersaudara memiliki masalah ditingkah laku dan belajarnya. Tetapi yang lebih dominan, dia memiliki masalah dalam belajarnya. Dalam menjawab pertanyaan dari saya, dia tidak terlalu terbuka dan bersikap malu, apa lagi saat teman- teman nya mendekati kami saat wawancara. Dia mengatakan yang tidak sebenarnya jika temannya mendekat. Pada saat kami berdua saja, saya menanyakan kenapa dia berbohong pada saat di depan temannya. Dia mengatakan bahwa dia malu. Dalam menjawab pertanyaan saya dia agak tertutup dan pemalu. Saya menanyakan kepada guru bagaimana sebenarnya sikap Anwar dalam belajar dan perilaku nya disekolah. Gurunya mengatakan bahwa Anwar sebenarnya anak yang baik. Pada saat gurunya menerangkan pelajaran, dia memperhatikan gurunya. Tetapi dia tidak fokus. Dan dia tidak bisa mengerti pelajaran dengan  cepat. Selalu terlambat dari teman- temannya. Bahkan setiap tugas yang diberikan gurunya tidak pernah selesai saat itu juga. Disaat saya mengobservasi siswa ini,saya melihat bahwa perhatiannya mudah teralihkan. Dimana pada saat guru nya menerangkan juga memberikan tugas, semua teman-teman nya bekerja, dia malah memperhatikan gurunya yang berbicara dengan guru lain. Jadi siswa ini termasuk siswa yang harus fokus dalam melakukan suatu pekerjaan tidak ada gangguan lain. Karena pada saat dia berada dirumah, sudah terbiasa dengan suasana yang nyaman dan tenang.   




BAB III
PENUTUP


III. Kritik
Seorang anak yang dianggap nakal merupakan anak yang tidak mau menuruti perintah orang tua dan berlaku diluar kewajaran dalam konteks negatif.Sejatinya, kita tidak diperkenankan menyebut seorang anak sebagai anak nakal dan menganggapnya sebagai salah satu keburukan di dalam masyarakat.   Dalammengatasi kenakalan anakyang paling dominan mengendalikan adalah dari keluarga, karena merupakan lingkungan yang paling pertama ditemui seorang anak.Di dalam menghadapi kenakalan anak pihak orang tua kehendaknya dapat mengambil dua sikap bicara yaituSikap/cara yang bersifat preventif dan sikap/cara yang bersifat represif.
Langkah awal yang dapat kita lakukan jika anak hanya berbuat tidak baik disekolah yaitu menjauhkan anak dari penyebab ia berperilau buruk dan mendampingi anak dalam mengatasi masalahnya.

III.  B  SARAN
Semoga dalam pel;ayanan yang diberikaan saya dapat bermanfaat untuk  siswa, dan untuk Guru pemnbing-bing siswa untuk lebih memperhatikan keadaan siswa lagi agar keevektifitasan dalam belajar semakin bermanfaat terutama untuk kedepannya.




RAGAM TES PSIKOLOGI DALAM BIDANG PENDIDIKAN (LANJUTAN ) › Tes EPPS adalah tes kepribadian yang terdiri atas pilihan-pil...